Kamis, 27 September 2012
Jumat, 21 September 2012
PRINSIP CCTV

cctv : close circuit television : adalah kemerai mengintai yang digunakan untuk menyelidiki atau mengawasi suatu tempat yang dianggap rawan dari bahaya
fungsi kamera : adalah merekam semua aktivitas sehingga meminimalkan resiko khususnya keamanan dan menjaga ast-aset beharga.
Tujuan Memasang CCTV
- meninjau ulang,pristiwa pada area pengawasan (area yang di amati ) beserta lingkungan
MELIPUTI
cctv : close circuit television : adalah kemerai mengintai yang digunakan untuk menyelidiki atau mengawasi suatu tempat yang dianggap rawan dari bahaya
fungsi kamera : adalah merekam semua aktivitas sehingga meminimalkan resiko khususnya keamanan dan menjaga ast-aset beharga.
Tujuan Memasang CCTV
- meninjau ulang,pristiwa pada area pengawasan (area yang di amati ) beserta lingkungan
MELIPUTI
- pencahayaan
- cuaca
- keamanan
- detail gambar yang diperagakan oleh monitor
5 pertimbangan perancangan cctv
- Pengambilan gambar lingkungan
- lensa kamera
- media transmisi
- monitor
- manajemen sinyal video dan peralatan pengendali
- Tanpa cahaya yang tepat kamera tidak dapat melaksanakan tugas dengan baik yaitu memberikan gambar yang diinginkan
- kunci penting dalam merancang aplikasi cctv securety adalah kondisis pencahayaan dalam area yang menarik. apa yang akan ditentukan,jika mungkin diperlukan penambahan sumber cahaya, untuk menjawab apa yang diinginkan operator harapkan.
- full video : kamera yang dapat menangkap peristiwa dengan hasil ketetapan tinggi
- usable video (usable image) kamera yang tidak dapat menangkap peristiwa dengan informasi tinkat minimum diperlukan
- menambah cahaya
- memilih kamera dengan senstivitas yang tinggi
Instalasi Pada CCTV
CCTV (Closed Circuit Television) merupakan sebuah perangkat kamera
video digital yang digunakan untuk mengirim sinyal ke layar monitor di
suatu ruang atau tempat tertentu. Hal tersebut memiliki tujuan untuk
dapat memantau situasi dan kondisi tempat tertentu, sehingga dapat
mencegah terjadinya kejahatan atau dapat dijadikan sebagai bukti tindak
kejahatan yang
telah terjadi. Pada umumnya CCTV seringkali digunakan untuk mengawasi area publik seperti : Bank, Hotel, Bandara Udara, Gudang Militer, Pabrik maupun Pergudangan.
Pada sistem konvensional dengan VCR (Video Cassete Recorder), awalnya gambar dari kamera CCTV hanya dikirim melalui kabel ke sebuah
ruang monitor tertentu dan dibutuhkan pengawasan secara langsung oleh operator/petugas keamanan dengan resolusi gambar yang masih rendah yaitu 1 image per 12,8 seconds. Namun seiring dengan perkembanga teknologi yang sangat pesat seperti saat ini, banyak kamera CCTV yang telah menggunakan sistem teknologi yang modern. Sistem kamera CCTV digital saat ini dapat dioperasikan maupun dikontrol melalui Personal Computer atau Telephone genggam, serta dapat dimonitor dari mana saja dan kapan saja selama ada komunikasi dengan internet maupun akses GPRS.
telah terjadi. Pada umumnya CCTV seringkali digunakan untuk mengawasi area publik seperti : Bank, Hotel, Bandara Udara, Gudang Militer, Pabrik maupun Pergudangan.
Pada sistem konvensional dengan VCR (Video Cassete Recorder), awalnya gambar dari kamera CCTV hanya dikirim melalui kabel ke sebuah
ruang monitor tertentu dan dibutuhkan pengawasan secara langsung oleh operator/petugas keamanan dengan resolusi gambar yang masih rendah yaitu 1 image per 12,8 seconds. Namun seiring dengan perkembanga teknologi yang sangat pesat seperti saat ini, banyak kamera CCTV yang telah menggunakan sistem teknologi yang modern. Sistem kamera CCTV digital saat ini dapat dioperasikan maupun dikontrol melalui Personal Computer atau Telephone genggam, serta dapat dimonitor dari mana saja dan kapan saja selama ada komunikasi dengan internet maupun akses GPRS.
Peralatan pada Sistem CCTV
Untuk membuat sebuah sistem CCTV terlebih dahulu anda harus
mengetahui peralatan alat atau material yang digunakan dalam instalasi
tersebut. Berikut ini peralatan atau material yang diperlukan :
1. BNC (Bayonet Neill Concelman) connector adalah tipe konektor RF yang
pada umumnya dipasang pada ujung kabel coaxial, sebagai penghubung
dengan kamera CCTV dan alat perekam (DVR) maupun secara langsung ke monitor CCTV.

Konektor BNC
dengan kamera CCTV dan alat perekam (DVR) maupun secara langsung ke monitor CCTV.

Konektor BNC
2. Kabel Coaxial merupakan
sebuah jenis kabel yang biasa digunakan untuk mengirimkan sinyal
video dari kamera CCTV ke monitor. Ada beberapa
tipe kabel coaxial yaitu : RG-59, RG-6 dan RG-11. Penggolongannya berdasarkan diameter kabel dan jarak maksimum yang direkomendasikan
untuk instalasi kabel tersebut. Lihat tabel dibawah

Gambar Penampang kabel Coaxial
tipe kabel coaxial yaitu : RG-59, RG-6 dan RG-11. Penggolongannya berdasarkan diameter kabel dan jarak maksimum yang direkomendasikan
untuk instalasi kabel tersebut. Lihat tabel dibawah

Gambar Penampang kabel Coaxial
3. Peralatan untuk Crimp kabel
coaxial digunakan sebagai alat bantu untuk memasang konektor BNC pada
kabel coaxial.

Tang Crimping
4. Kabel Power digunakan untuk memasok tegangan AC
(searah) 220 V ke adaptor atau power supply kamera CCTV. Biasanya tipe
kabel power yang
digunakan adalah NYA (2×1,5mm) maupun NYM (3×2,5mm). Instalasi kabel power ini sebaiknya juga menggunakan pipa high impact conduit.

Tang Crimping
digunakan adalah NYA (2×1,5mm) maupun NYM (3×2,5mm). Instalasi kabel power ini sebaiknya juga menggunakan pipa high impact conduit.
5. Adaptor dan power supply merupakan perangkat yang menyuplai tegangan
kerja ke kamera CCTV, pada umumnya tegangan yang digunakan yaitu 12
Volt DC. Namun adapula yang menggunakan tegangan 24 Volt (AC) maupun 24
Volt (DC). Hal ini tergantung pada jenis atau tipe kamera yang
digunakan.
digunakan.
6. Kamera CCTV dapat dibedakan menjadi beberapa type yaitu kamera Fixed
Dome, kamera IP, kamera wireless dan kamera PTZ (Pan/Tilt/zoom).
Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran anda. Jika anda membutuhkan sebuah kamera yang perlu diperhatikan adalah mempelajari
spesifikasi kamera CCTV sebelum membeli. Biasanya spesifikasi yang diberikan berupa format lensa CCD (Charge Coupled Device) yang memiliki ukuran tipikal (1/2″, 1/3″dan 1/4″), TV Lines yang berkaitan dengan resolusi gambar, LUX yang berkaitan dengan kesensitifan kamera terhadap cahaya,
Varifocal lens yang berkaitan dengan pegaturan sudut/jarak pandang kamera dan bisa diatur secara manual, indoor, outdoor, dan lain-lain.
kapasitas penyimpanan hasil rekaman tergantung pada harddisk yang terpasang (pada umumnya 160 Gygabyte, namun adapula yang diupgrade hingga 1 Terabyte). Hasil rekaman video tersebut ada yang berformat QCIF, MPEG-4 dan avi. Dan biasanya input DVR terdiri dari 4, 8, 16 dan 32 channel kamera.
Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran anda. Jika anda membutuhkan sebuah kamera yang perlu diperhatikan adalah mempelajari
spesifikasi kamera CCTV sebelum membeli. Biasanya spesifikasi yang diberikan berupa format lensa CCD (Charge Coupled Device) yang memiliki ukuran tipikal (1/2″, 1/3″dan 1/4″), TV Lines yang berkaitan dengan resolusi gambar, LUX yang berkaitan dengan kesensitifan kamera terhadap cahaya,
Varifocal lens yang berkaitan dengan pegaturan sudut/jarak pandang kamera dan bisa diatur secara manual, indoor, outdoor, dan lain-lain.

Jenis Kamera CCTV
7. DVR (Digital
Video Recorder) adalah sebuah media penyimpan hasil rekaman video yang
telah terpantau oleh kamera CCTV. Besar kecilnyakapasitas penyimpanan hasil rekaman tergantung pada harddisk yang terpasang (pada umumnya 160 Gygabyte, namun adapula yang diupgrade hingga 1 Terabyte). Hasil rekaman video tersebut ada yang berformat QCIF, MPEG-4 dan avi. Dan biasanya input DVR terdiri dari 4, 8, 16 dan 32 channel kamera.

Gambar DVR
8. Monitor CCTV ada yang masih menggunakan tabung CRT dan
adapula yang menggunakan LCD. Monitor tersebut dapat menampilkan
keseluruhan
gambar dari kamera sesuai inputan ke DVR maupun Multiplexser. Tampilan kamera-kamera dapat dilihat pada monitor dengan pembagian yang berbeda
(satu tampilan kamera, matrik 2×2, matrik 3×3 dan matrik 4×4).
gambar dari kamera sesuai inputan ke DVR maupun Multiplexser. Tampilan kamera-kamera dapat dilihat pada monitor dengan pembagian yang berbeda
(satu tampilan kamera, matrik 2×2, matrik 3×3 dan matrik 4×4).
Gambar Monitor CCTV
Setelah anda mengetahui peralatan atau
material yang telah disebutkan, di bawah ini merupakan gambaran
sistemnya.

Gambar Sistem CCTV
Kabel
ini terdiri dari 3 jalur, yaitu: Kuning=Video, Putih=Audio, dan
Merah=Adaptor.
Konektor Adaptor berbeda dari Konektor Video maupun Audio, jadi akan terhindar dari kesalahan pasang.
Konektor Adaptor berbeda dari Konektor Video maupun Audio, jadi akan terhindar dari kesalahan pasang.
Pada
camera kebetulan menggunakan konektor RCA dan tidak memerlukan tambahan
konektor, namun pada Equipment harus ada tambahan berupa konektor
BNC-RCA, dikarenakan Equipment menggunakan konektor BNC pada
input/Output Video.
Pada
camera & Equipment harus ada tambahan berupa konektor BNC-RCA,
dikarenakan Equipment & beberapa Type camera (umumnya CCD camera)
menggunakan konektor BNC pada input/Output Video.
Konektor Putih (audio) tidak dipakai dan
dibiarkan saja, usahakan jangan digunting atau dipotong, walaupun
tidak dipakai, paling tidak dapat menjadi cadangan jika sewaktu-waktu
konektor Kuning (video) bermasalah.
CCTV
sekarang seringkali kita jumpai di setiap area publik seperti
misalnya mall, kampus, perkantoran, pusat perbelanjaan dan lain-lain.
Manfaat dari CCTV sendiri akan terasa berguna sebagai alat bantu
keamanan, dimana setiap kegiatan yang terjadi bisa kita pantau secara
live kapan dan dari mana saja, bisa juga kita manfaatkan untuk
merekam kejadian sebagai barang bukti dikemudian hari. Mungkin saja
anda adalah pemilik usaha yang seringkali kehilangan, contohnya
mungkin kehilangan sepeda motor, atau rumah kemalingan tapi anda
tidak mempunyai bukti. CCTV dalam hal ini bisa sangat membantu anda.
Sayangnya harga dan instalasi CCTV umum-nya untuk produk yang *asli*
harganya tergolong cukup mahal untuk sebuah service seperti itu.
Rata-rata umumnya biaya instalasi CCTV mencapai ber-juta-juta Rupiah.
Adapun kita bisa mengakali untuk
membangun CCTV di area kecil sendiri dengan modal yang sangat minim.
Peralatannya pun terbilang mudah di dapatkan, cukup dengan berbekal
sebuah web camera (webcam) yang biasa kita kenal lebih banyak
digunakan untuk ajang *pamer muka* para wanita cantik di yahoo
messenger
Serta dengan software trial yang apabila kita membutuhkan
penggunaan lebih lanjut kita harus membayar. Mari kita coba melakukan
ilustrasi cara membuat CCTV sendiri dengan modal minimal dan
penjelasan sederhana.
yang dibutuhkan:
- Sebuah
PC/Laptop sebagai host (kalau bisa hidup 24 jam dengan kapasitas HDD
terrabyte khusus bagi yang ingin melakukan capture atau merekam semua
kegiatan).

- Sebuah Webcam/Web Camera sebagai alat
pencitra, biasanya harga webcam ini bervariasi namum tergolong masih
murah. Yang saya sarankan adalah sebuah webcam yang memiliki minimal
resolusi 1.3MP, dengan tingkat pencahayaan bagus, sukur-sukur kalau
bisa yang memiliki fitur night vision.

- Sebuah Program, dalam percobaan ini menggunakan webcamxp
dengan limitasi 1 sumber camera, kalau membutuhkan lebih dari satu
anda harus membayar.

cara instalasi cctv
Langkah pertama hubungkan komputer anda dengan webcam,
biasanya cukup mudah hanya dengan cara menginstall driver bawaan dari
webcam tersebut.
Langkah kedua
install program webcamxp lalu mulai konfigurasi webcamxp sesuai
kebutuhan anda, Misalnya anda ingin melakukan capture atau merekam
semua kejadian. Setelah selesai meng-install program webcamxp anda
cukup memilih sumber dari peralatan yang ada yaitu dengan cara
melakukan klik kanan pada area layar webcamxp, setelah itu pilihlah
peralatan camera anda dan juga mungkin bisa menambahkan microphone
apabila yang membutuhkan suara.
Setelah itu sebenarnya anda sudah
selesai, anda cukup melakukan konfigurasi tambahan agar lebih
menyenangkan. Misalnya anda ingin mengawasi rumah anda dari kejauhan
contohnya luar kota. Cukup dengan melakukan konfigurasi web anda bisa
melihat kondisi rumah anda dari mana saja.
*CATATAN: ANDA MEMBUTUHKAN KONEKSI INTERNET.
Jumat, 14 September 2012
JENIS JENIS MODULASI
Pengertian Modulasi
Modulasi adalah proses pencampuran dua sinyal menjadi satu sinyal.
Biasanya
sinyal yang dicampur adalah sinyal berfrekuensi tinggi dan sinyal
berfrekuensi
rendah. Dengan memanfaatkan karakteristik masing-masing sinyal, maka
modulasi
dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal informasi pada daerah yang
luas
atau jauh. Sebagai contoh Sinyal informasi (suara, gambar, data), agar
dapat
dikirim ke tempat lain, sinyal tersebut harus ditumpangkan pada sinyal
lain.
Dalam konteks radio siaran, sinyal yang menumpang adalah sinyal suara,
sedangkan yang ditumpangi adalah sinyal radio yang disebut sinyal
pembawa
(carrier). Jenis dan cara penumpangan sangat beragam. Yaitu untuk jenis
penumpangan sinyal analog akan berbeda dengan sinyal digital.
Penumpangan
sinyal suara juga akan berbeda dengan penumpangan sinyal gambar, sinyal
film, atau
sinyal lain.
Tujuan Modulasi
- Transmisi menjadi efisien atau memudahkan pemancaran.
- Masalah perangkat keras menjadi lebih mudah.
- Menekan derau atau interferensi.
- Untuk memudahkan pengaturan alokasi frekuensi radio.
- Untuk multiplexing, proses penggabungan beberapa sinyal informasi untuk disalurkan secara bersama-sama melalui satu kanal transmisi.
Fungsi Modulasi
Sinyal informasi biasanya memiliki spektrum yang rendah dan rentan untuk
tergangu oleh noise. Sedangakan pada transmisi dibutuhkan sinyal yang
memiliki
spektrum tinggi dan dibutuhkan modulasi untuk memindahkan posisi
spektrum dari
sinyal data, dari pita spektrum yang rendah ke spektrum yang jauh lebih
tinggi.
Hal ini dilakukan pada transmisi data tanpa kabel (dengan antena),
dengan
membesarnya data frekuensi yang dikirim maka dimensi antenna yang
digunakan
akan mengecil.
Gelombang pembawa berbentuk sinusoidal
c(t) = Ac cos(2π fct + Φc )
Parameter – parameter dari gelombang tersebut yang dapat dimodulasi
adalah :
• Amplitudo, Ac untuk modulasi amplitudo
• Frekuensi, fc atau ωc = 2π fc t untuk
modulasi frekuensi
• Phasa, Φc untuk modulasi fasa.
Amplitudo
Nilai maksimum dari besaran elektrik (mis voltage) dari gelombang
Frekuensi
Jumlah cycle yang dihasilkan dalam satu detik (cycles per second atau
Hertz)
Phase
Gelombang A dengan phase 00
Gelombang B dengan selisih phase -900 (lebih lambat)
terhadap
A
Gelombang C dengan selisih phase +900 (lebih cepat)
terhadap A
Jenis-jenis modulasi analog
- Amplitude modulation (AM)
- Frequency modulation (FM)
- Pulse Amplitude Modulation (PAM)
1. Amplitude modulation (AM)
Modulasi jenis ini adalah modulasi yang paling simple, frekwensi pembawa
atau carrier diubah amplitudenya sesuai dengan signal informasi atau
message signal yang akan dikirimkan. Dengan kata lain AM adalah modulasi
dalam
mana amplitude dari signal pembawa (carrier) berubah karakteristiknya
sesuai
dengan amplitude signal informasi. Modulasi ini disebut juga linear
modulation,
artimya bahwa pergeseran frekwensinya bersifat linier mengikuti signal
informasi yang akan ditransmisikan.
2. Frequency modulation (FM)
Modulasi Frekwensi adalah salah satu cara memodifikasi/merubah Sinyal
sehingga
memungkinkan untuk membawa dan mentransmisikan informasi ketempat
tujuan.
Frekwensi dari Sinyal Pembawa (Carrier Signal) berubah-ubah menurut
besarnya
amplitude dari signal informasi. FM ini lebih tahan noise dibanding AM.
3. Pulse Amplitude Modulation (PAM)
Basic konsep PAM adalah merubah amplitudo signal carrier yang berupa
deretan
pulsa (diskrit) yang perubahannya mengikuti bentuk amplitudo dari signal
informasi yang akan dikirimkan ketempat tujuan. Sehingga signal
informasi yang
dikirim tidak seluruhnya tapi hanya sampelnya saja (sampling signal).
Modulasi Digital
Teknik modulasi digital pada prinsipnya merupakan variant dari metode
modulasi analog.
Teknik modulasi digital :
- Amplitude shift keying (ASK)
- Frequency shift keying (FSK)
- Phase shift keying (PSK)
Modulasi adalah proses perubahan (varying) suatu gelombang
periodik
sehingga menjadikan suatu sinyal mampu membawa suatu informasi. Dengan
proses
modulasi, suatu informasi (biasanya berfrekeunsi rendah) bisa dimasukkan
ke
dalam suatu gelombang pembawa, biasanya berupa gelombang
sinus berfrekuensi tinggi. Terdapat tiga parameter kunci pada suatu
gelombang sinusiuodal yaitu : amplitudo,
fase dan frekuensi.
Ketiga parameter tersebut dapat dimodifikasi sesuai dengan sinyal
informasi
(berfrekuensi rendah) untuk membentuk sinyal yang termodulasi.
Peralatan untuk melaksanakan proses modulasi disebut modulator,
sedangkan peralatan untuk memperoleh informasi informasi awal (kebalikan
dari
dari proses modulasi) disebut demodulator dan peralatan yang
melaksanakan kedua proses tersebut disebut modem.
Informasi yang dikirim bisa berupa data analog maupun digital sehingga
terdapat dua jenis modulasi yaitu
- modulasi analaog
- modulasi digital
Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang kontinyu,
yang
membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombangnya. Sinyal
analog
bekerja dengan mentransmisikan suara dan gambar dalam bentuk gelombang
kontinu
(continous varying). Dua parameter/karakteristik terpenting yang
dimiliki oleh
isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya
dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan
dasar
untuk semua bentuk isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa
berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal analog dapat diperoleh dari
perpaduan sejumlah gelombang sinus. Dengan menggunakan sinyal analog,
maka
jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal
ini
mudah terpengaruh oleh noise.
Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus
memiliki
tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.
- Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.
- Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.
- Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.
Sinyal digital merupakan hasil teknologi yang dapat mengubah signal
menjadi
kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (juga dengan biner), sehingga tidak
mudah
terpengaruh oleh derau, proses informasinya pun mudah, cepat dan akurat,
tetapi
transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman
data
yang relatif dekat. Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal
diskret.
Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit
merupakan
istilah khas pada sinyal digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau
satu
(1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (2^1). Kemungkinan
nilai
untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (2^2), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara
umum,
jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah
sebesar 2^n
buah.
System digital merupakan bentuk sampling dari sytem analog. digital pada
dasarnya di code-kan dalam bentuk biner (atau Hexa). besarnya nilai
suatu
system digital dibatasi oleh lebarnya / jumlah bit (bandwidth). jumlah
bit juga
sangat mempengaruhi nilai akurasi system digital.
Signal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang unik yang tidak
dapat
ditemukan pada teknologi analog yaitu :
* Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
* Penggunaan yang berulang – ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informsi itu sendiri.
* Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.
* Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimnya secara interaktif.(wikipedia)
Pengolahan sinyal digital memerlukan komponen-komponen digital,
register,
counter, decoder, mikroprosessor, mikrokontroler dan sebagainya.
Saat ini pengolahan sinyal banyak dilakukan secara digital, karena
kelebihannya antara lain :
1. untuk menyimpan hasil pengolahan, sinyal digital lebih mudah dibandingkan sinyal analog. Untuk menyimpan sinyal digital dapat menggunakan media digital seperti CD, DVD, Flash Disk, Hardisk. Sedangkan media penyimpanan sinyal analog adalah pita tape magnetik.
2. lebih kebal terhadap noise karena bekerja pada level ’0′ dan ’1′.
3. lebih kebal terhadap perubahan temperatur.
4. lebih mudah pemrosesannya.
Modulasi Analog
Dalam modulasi analog, proses modulasi merupakan respon atas informasi
sinyal analog.
Teknik umum yang dipakai dalam modulasi analog :
- Angle Modulation
- Modulasi Fase (Phase Modulation - PM)
- Modulasi Frekuensi (Frequency Modulatio - FM)
- Modulasi Amplitudo (Amplitudo Modulation - AM)
- Double-sideband modulation with unsuppressed carrier (used on the radio AM band)
- Double-sideband suppressed-carrier transmission (DSB-SC)
- Double-sideband reduced carrier transmission (DSB-RC)
- Single-sideband modulation (SSB, or SSB-AM), very similar to single-sideband suppressed carrier modulation (SSB-SC)
- Vestigial-sideband modulation (VSB, or VSB-AM)
- Quadrature amplitude modulation (QAM)
Modulasi Digital
Modulasi digital merupakan proses penumpangan sinyal digital (bit
stream) ke
dalam sinyal carrier. Modulasi digital sebetulnya adalah proses
mengubah-ubah
karakteristik dan sifat gelombang pembawa (carrier) sedemikian rupa
sehingga
bentuk hasilnya (modulated carrier) memeiliki ciri-ciri dari bit-bit (0
atau 1)
yang dikandungnya. Berarti dengan mengamati modulated carriernya, kita
bisa
mengetahui urutan bitnya disertai clock (timing, sinkronisasi). Melalui
proses
modulasi digital sinyal-sinyal digital setiap tingkatan dapat dikirim ke
penerima dengan baik. Untuk pengiriman ini dapat digunakan media
transmisi
fisik (logam atau optik) atau non fisik (gelombang-gelombang radio).
Pada
dasarnya dikenal 3 prinsip atau sistem modulasi digital yaitu: ASK, FSK,
dan
PSK
1. Amplitude Shift Keying Amplitude Shift Keying (ASK) atau pengiriman
sinyal berdasarkan pergeseran amplitude, merupakan suatu metoda modulasi
dengan
mengubah-ubah amplitude. Dalam proses modulasi ini kemunculan frekuensi
gelombang pembawa tergantung pada ada atau tidak adanya sinyal informasi
digital. Keuntungan yang diperoleh dari metode ini adalah bit per baud
(kecepatan digital) lebih besar. Sedangkan kesulitannya adalah dalam
menentukan
level acuan yang dimilikinya, yakni setiap sinyal yang diteruskan
melalui
saluran transmisi jarak jauh selalu dipengaruhi oleh redaman dan
distorsi
lainnya. Oleh sebab itu meoda ASK hanya menguntungkan bila dipakai untuk
hubungan jarak dekat saja. Dalam hal ini faktor derau harus
diperhitungkan
dengan teliti, seperti juga pada sistem modulasi AM. Derau menindih
puncak
bentuk-bentuk gelombang yang berlevel banyak dan membuat mereka sukar
mendeteksi dengan tepat menjadi level ambangnya.
2. Frequncy Shift Keying Frequency Shift Keying (FSK) atau pengiriman
sinyal
melalui penggeseran frekuensi. Metoda ini merupakan suatu bentuk
modulasi yang
memungkinkan gelombang modulasi menggeser frekuensi output gelombang
pembawa.
Pergeseran ini terjadi antara harga-harga yang telah ditentukan semula
dengan
gelombang output ang tidak mempunyai fase terputus-putus. Dalam proses
modulasi
ini besarnya frekuensi gelombang pembawa berubah-ubah sesuai dengan
perubahan
ada atau tidak adanya sinyal informasi digital. FSK merupakan metode
modulasi
yang paling populer. Dalam proses ini gelombang pembawa digeser ke atas
dan ke
bawah untuk memperoleh bit 1 dan bit 0. Kondisi ini masing-masing
disebut space
dan mark. Keduanya merupakan standar transmisi data yang sesuai dengan
rekomendasi CCITT. FSK juga tidak tergantung pada teknik on-off
pemancar,
seperti yang telah ditentukan sejak semula. Kehadiran gelombang pembawa
dideteksi untuk menunjukkan bahwa pemancar telah siap. Dalam hal
penggunaan
banyak pemancar (multi transmitter), masing-masingnya dapat dikenal
dengan
frekuensinya. Prinsip pendeteksian gelombang pembawa umumnya dipakai
untuk
mendeteksi kegagalan sistem bekerja. Bentuk dari modulated Carrier FSK
mirip
dengan hasil modulasi FM. Secara konsep, modulasi FSK adalah modulasi
FM, hanya
disini tidak ada bermacam-macam variasi /deviasi ataupun frekuensi, yang
ada
hanya 2 kemungkinan saja, yaitu More atau Less (High atau Low, Mark atau
Space). Tentunya untuk deteksi (pengambilan kembali dari kandungan
Carrier atau
proses demodulasinya) akan lebih mudah, kemungkinan kesalahan (error
rate)
sangat minim/kecil. Umumnya tipe modulasi FSK dipergunakan untuk
komunikasi data
dengan Bit Rate (kecepatan transmisi) yang relative rendah, seperti
untuk Telex
dan Modem-Data dengan bit rate yang tidak lebih dari 2400 bps (2.4
kbps).
3. Phase Shift Keying Phase Shift Keying (PSK) atau pengiriman sinyal
melalui pergeseran fase. Metoda ini merupakan suatu bentuk modulasi fase
yang
memungkinkan fungsi pemodulasi fase gelombang termodulasi di antara
nilai-nilai
diskrit yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam proses modulasi ini fase
dari
frekuensi gelombang pembawa berubah-ubah sesuai denganperubahan status
sinyal
informasi digital. Sudut fase harus mempunyai acuan kepada pemancar dan
penerima. Akibatnya, sangat diperlukan stabilitas frekuensi pada pesawat
penerima. Guna memudahkan untuk memperoleh stabilitas pada penerima,
kadang-kadang dipakai suatu teknik yang koheren dengan PSK yang
berbeda-beda.
Hubungan antara dua sudut fase yang dikirim digunakan untuk memelihara
stabilitas. Dalam keadaan seperti ini , fase yang ada dapat dideteksi
bila fase
sebelumnya telah diketahui. Hasil dari perbandingan ini dipakai sebagai
patokan
(referensi). Untuk transmisi Data atau sinyal Digital dengan kecepatan
tinggi,
lebih efisien dipilih system modulasi PSK. Dua jenis modulasi PSK yang
sering
kita jumpai yaitu : 3.1. BPSK BPSK adalah format yang paling sederhana
dari PSK. Menggunakan dua yang tahap yang dipisahkan sebesar 180° dan
sering
juga disebut 2-PSK. Modulasi ini paling sempurna dari semua bentuk
modulasi
PSK. Akan tetapi bentuk modulasi ini hanya mampu memodulasi 1 bit/simbol
dan
dengan demikian maka modulasi ini tidak cocok untuk aplikasi data-rate
yang
tinggi dimana bandwidthnya dibatasi. 3.2. QPSK Kadang-Kadang dikenal
sebagai
quarternary atau quadriphase PSK atau 4-PSK, QPSK menggunakan empat
titik pada
diagram konstilasi, terletak di sekitar suatu lingkaran. Dengan empat
tahap,
QPSK dapat mendekode dua bit per simbol. Hal ini berarti dua kali dari
BPSK.
Analisis menunjukkan bahwa ini mungkin digunakan untuk menggandakan data
rate
jika dibandingkan dengan sistem BPSK. Walaupun QPSK dapat dipandang
sebagai
sebagai suatu modulasi quaternary, lebih mudah untuk melihatnya sebagai
dua
quadrature carriers yang termodulasi tersendiri. Dengan penafsiran ini,
maka
bit yang digunakan untuk mengatur komponen phase pada sinyal carrier
ketika
digunakan untuk mengatur komponen quadrature-phase dari sinyal carrier
tersebut. BPSK digunakan pada kedua carrier dan dapat dimodulasi dengan
bebas
Langganan:
Postingan (Atom)


